PERKEMBANGAN EKONOMI ISLAM

Kata Islam setelah Ekonomi dalam ungkapan Ekonomi Islam berfungsi sebagai identitas tanpa mempengaruhi makna atau definisi ekonomi itu sendiri. Karena definisinya lebih ditentukan oleh perspektif atau lebih tepat lagi worldview yang digunakan sebagai landasan nilai.

Pada tingkat tertentu isu definisi Ekonomi Islam sangat terkait sekali dengan wacana Islamisasi Ilmu Pengetahuan (Islamization of Knowledge)

Science dalam Islam lebih dimaknakan sebagai segala pengetahuan yang terbukti kebenarannya secara ilmiah yang mampu mendekatkan manusia kepada Allah SWT (revelation standard – kebenaran absolut).

Science dikenal luas dalam dunia konvensional adalah segala ilmu yang memenuhi kaidah-kaidah metode ilmiah (human creation – kebenaran relatif).

Ø Perkembangan Ekonomi Islam

Periode Kenabian (s.d 13 H)

Periode Khulafaur Rasyidin

Periode Dinasti Bani Umayyah

Periode Dinasti Bani Abbasiyyah

Penyerangan Kaum Tartar (Jenghis Khan)

Periode Uthmaniyyah (berakhir 1920 oleh Kemal al Taturk)

Ø Sejarah Ekonomi Islam

Banyak ahli dan penulis sejarah Islam yang meragukan eksistensi berfungsinya sistem perekonomian Islam dan mekanisme sistem syariah secara keseluruhan, karena fakta konflik politik, korupsi pejabat dan kesewenangan penguasa pada masa – masa itu. Namun Dr. Yusuf Qardhawi membantah analisa ini.[1] Beliau mengakui bahwa fenomena negative tadi terjadi tapi itu merupakan dinamika wajar sebuah negara atau sebuah peradaban. Tapi bukan berarti mekanisme syariah tidak berjalan. Aplikasi zakat, pelarangan riba, jual – beli, sewa – menyewa, institusi Baitul Mal, Lembaga Hisbah dan lain-lain, semua itu berjalan dan wujud. Sehingga kesewenangan dan konflik politik yang melekat pada rezim Islam klasik tidak berarti sistem syariah tidak berjalan, harus dibedakan dua permasalahan tersebut. Kadangkala ketika membaca satu paragraph tentang sejarah sebuah kesultanan atau kisah seorang sultan yang penuh dengan konflik dan kesewenangan, maka secara tak sadar seorang pembaca akan memiliki persepsi bahwa konflik tersebut memenuhi masa usia kesultanan atau berlangsung selama sultan tersebut berkuasa, dan menutup semua fakta kebaikan yang terjadi pada sisi lain.

Ø Prinsip Ekonomi Islam

Ekonomi Islam sepatutnya dilihat dalam satu kesatuan ilmu, tidak sepenggal-sepenggal. Dengan begitu akan jelas terlihat bentuk bangunan keilmuan serta karakteristik aplikasinya. Kalaupun ada pada penggalan-penggalannya yang sama dengan sistem ekonomi lain (kapitalisme atau sosialisme), maka hal tersebut haruslah disikapi lebih bijaksana. Perlu dipahami penggalan tersebut merupakan rangkaian dari struktur ilmu Islam yang berkarakteristik khas, yang berbeda dengan konvensional


[1] Yusuf Qardhawi, Distorsi Sejarah Islam, Pustaka Al Kautsar, Jakarta, 2005.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: