Distribusi bagi hasil pada akad MUDHOROBAH

Mudhorobah adalah : Kontrak kerja sama antara pemilik dana / Shahibul Maal dan pengusaha / enterpreuner / Mudharib, dimana keduanya bersepakat untuk membagihasilkan pendapatan yang diperoleh dari usaha yang dijalankan, sedangkan apabila terdapat kerugian dari usaha tersebut maka akan ditanggung oleh pemilik dana. Keuntungan adalah kelebihan pendapatan yang diterima atas modal yang dikeluarkan, sedangkan kerugian adalah kekurangan pendapatan yang diterima atas modal yang dikeluarkan.

Sebagai suatu bentuk kontrak, mudhorobah merupakan akad bagi hasil ketika pemilik dana/modal (pemodal), biasa disebut shohibul mal/rabbul mal, menyediakan modal (100 persen) kepada pengusaha sebagai pengelola, biasa disebut mudhorib, untuk melakukan aktivitas produktif dengan syarat bahwa keuntungan yang dihasilkan akan dibagi di antara mereka menurut kesepakatan yang ditentukan sebelumnya dalam akad (yang besarnya juga dipengaruhi oleh kekuatan pasar), shohibul mal (pemodal) adalah pihak yang memiliki modal, tetapi tidak bisa berbisnis, dan mudhorib (pengelola atau entrepeneur) adalah pihak yang pandai berbisnis, tetapi memiliki modal.

Apabila terjadi kerugian karena proses normal dari usaha, dan bukan karena kelalaian atu kecurangan pengelola kehilangan tenaga dan keahlian yang telah dicurahkannya. Apabila terjadi kerugian karena kelalaian dan dan kecurangan pengelola, maka pengelola bertanggung jawab sepenuhnya.

Pengelola tidak ikut menyertakan modal, tetapi menyertakan tenaga dan keahliannya, dan juga tidak meminta gaji dan upah dalam menjalankan usahanya. Pemilik dana hanya menyediakan modal dan tidak dibenarkan untuk ikut campur dalam manajemen usaha yang dibiayainya. Kesedian pemilik dana untuk menanggung resiko apabila terjadi kerugian mendasar untuk mendapat bagian dari keuntungan.

Dalam satu kontrak mudorobah pemodal dapat bekerja sama dengan lebih dari satu pengelola. Para pengelola tersebut seperti bekerja sebagai mitra usaha terhadap pengelola yang lain. Nisbah (porsi) bagi hasil pengelola dibagi sesuai kesepakatan di muka.

Nisbah bagi hasil antara pemodal dan pengelola harus disepakati di awal perjanjian. Besarnya nisbah bagi hasil masing-masing pihak tidak diatur dalam syariah, tetapi tergantung kesepakatan mereka. Nisbah bagi hasil dibagi rata 50:50, tetapi bisa juga 30;70, 60:40, atau proporsi lain yang disepakati. Pembagian keuntungan yang tidak diperbolehkan adalah dengan menentukan alokasi jumlah tertentu untuk salah satu pihak. Diperbolehkan juga untuk menentukan proporsi yang berbeda untuk situasi yang berbeda. Misalnya, jika pengelola berusaha di bidang produksi, maka nisbahnya 50 persen, sedangkan kalau pengelola berusaha di bidang perdagangan, maka nisbahnya 40 persen.

Diluar porsi bagi hasil yang diterima pengelola, pengelola tidak diperkenakan meminta gaji atau kompensasi lainnya untuk hasil kerjanya. Semua mazhab sepakat dalam hal ini. Namun demikian, Imam Ahmad memperbolehkan pengelolan untuk mendapatkan uang maka harian dari rekening mudhorobah. Ulama dari mazhab Hanafi memperbolehkan pengelola untuk mendapatkan uang harian (seperti untuk akomodasi, makan dan transpor) apabila dalam perjalanan bisnis ke luar kota.

Rukun akad mudhorobah :

· Pelaku akad, yaitu shahibul mal (pemodal) adalah yang memiliki modal tetapi tidak bisa berbisnis, dan mudhorib (pengelola) adalah pihak yang pandai berbisnis, tetapi tidak memiliki modal

· Objek akad, yaitu modal (mal), kerja (dharobah), dan keuntungan (ribh), dan

· Shighah, yaitu Ijab dan Qobul

Syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi dalam mudhorabah terdiri dari syarat modal dan keuntungan. Syarat modal yaitu :

· Modal harus berupa uang

· Modal harus jelas dan diketahui jumlahnya

· Modal harus tunai bukan utang, dan

· Modal harus diserahkan kepada mitra kerja.

Resiko dalam mudhorobah

  • Ditanggung shahibul maal / pemilik dana
  • Sebesar modal
  • Di luar moral hazard risk

Jenis-jenis Mudhorobah

  • Muqayyadah : jenis usaha tertentu dan terpisah dari modal / self financing mudharib
  • Muthlaqah : jenis usaha tidak ditentukan dan boleh dicampur dengan modal / self financing mudharib

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: