Pengadaan Tenaga Kerja/Sumber Daya Manusia

1. Pengertian Pengadaan/Rekrutmen Tenaga Kerja (SDM)[1]

Andrew E. Sikula (1981:183) mengemukakan bahwa “Recruitment isthe act or process of an organization attempting to obtain additional manpower for operational purpose. Recruiting involves acquiring further human resources to serve as institutional input. Penarikan pegawai adalah tindakan atau proses dari suatu usaha organisasi untuk mendapatkan tambahan pegawai untuk tujuan operasional.

Arun Monappa dan Mirza S. Saiyadain (1979:104) berpendapat bahwa “ Recruitment is the generating of apllications or applicants for specific position.” Penarikan pegawai adalah memproses lamaran atu memproses calon-calon pegawai untuk posisi pekerjaan tertentu.

Berdasarkan pendapat para ahli diatas, dapat diambil pengertian bahwa penerikan adalah suatu proses atau tindakan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan tambahan pegawai yang melalui tahapan yang mencakup identifikasi dan evaluasi sumber-sumber penarikan pegawai, menentukan kebutuhan pegawai yang diperlukan perusahaan, proses seleksi, penempatan, dan orientasi pegawai.

2. Sumber-Sumber Penarikan Pegawai[2]

Ada 2 sumber dalam penarikan pegawai, yaitu :

a. Sumber dari Dalam Perusahaan

Upaya penarikan pegawai dapat dilakukan mealui proses memutasi pegawai berdasarkan hasil evaluasi terhadap penilaian prestasi kerja di perusahaan. Ada 3 bentuk mutasi pegawai, yaitu :

1) Promosi jabatan

2) Transfer atau Rotasi Pekerjaan

3) Demosi jabatan

b. Sumber dari Luar Perusahaan

1) Iklan Media Massa

2) Lembaga Pendidikan

3) Depnaker

4) Lamaran Kerja yang Sudah Masuk di Perusahaan

3. Seleksi Calon Pegawai

Seleksi adalah proses menetapkaan keputusan dalam menerima (mengupah) atau tidak tidak menerima (tidak mengupah), setelah mempertimbangkan setiap pelamar (calon) untuk suatu pekerjaan/jabatan.

Dengan demikian berarti seleksi merupakan langkah kedua dalam proses pengupahan. Prosesnya dilakukan dengan cara menetapkan karakteristik prilaku yang efektif dalam melaksanakan pekerjaan setiap jabatan yang memerlukan tenaga kerja sebagai persyaratan, dan mengukur kemampuan calon berdasarkan karakteristik tersebut.[3]

a. Teknik-Teknik Seleksi

1) Tes Pengetahuan Akademik

2) Tes Psikologis :

a) Tes Bakat

b) Tes Kecendrungan Untuk Berprestasi

c) Tes Minat Bidang Pekerjaan

d) Tes Kepribadian

3) Wawancara

4. Kegiatan Penempatan

Penempatan adalah penugasan seorang pekerja pada suatu jabatan atau unit kerja di lingkungan suatu organisasi/perusahaan.

Penempatan merupakan pengisian jabatan yang kosong, agar tugas pokok pada jabatan tersebut dapat dilaksanakan. Untuk itu melalui kegiatan sebelumnya harus diperoleh pekerja yang memiliki kemampuan sesuai dengan jabatan yang akan menjadi tanggung jawabnya. Dengan kata lain calaon yang ditempatkan harus memiliki kompetensi yang diperlukan untuk dapat melaksanakan pekerjaan dalam suatu jabatan secara efektif dan efisien.[4]

5. Kegiatan Sosialisasi/Orientasi

Sosialisasi adalah proses orientasi seorang pekerja baru pada organisasi atau unit kerja tempatnya akan bertugas. Kegiatan ini disebut juga kegiatan orientasi sebagai salah satu kegiatan Manejemen SDM, masih akan dibahas dalam bab tersendiri.


1] Anwar Prabu Mangku Negara, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaa, PT. Remaja Rosda Karya:Bandung.2007. hlm:33

[2] Ibid, hlm: 34-35

[3] Hadari Nawawi, Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Bisnis yang kompetitif, U. Gajah Mada Press: Yogyakarta.2003. hlm:170

[4] Ibid. Hlm:170

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: